Transparansi Jabar Future Leader Scholarship jadi tanda tanya besar?

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, meminta pemeriksaan dugaan kejanggalan dalam program Jabar Future Leader Scholarship (JFLS). Permintaan ini menandakan perhatian terhadap transparansi dalam pelaksanaan program yang sudah berjalan selama tiga tahun ini.
Bey menjelaskan bahwa evaluasi terhadap JFLS sudah dilakukan pekan lalu. Program ini diharapkan menjadi bantuan pendidikan yang adil bagi mahasiswa berprestasi di Jawa Barat. Namun, pengelolaannya dianggap belum optimal.
Program JFLS, yang diluncurkan pada era Gubernur Ridwan Kamil, seharusnya diimplementasikan dengan lebih transparan. Keputusan penerima beasiswa sudah diumumkan, tetapi masih ada keraguan yang menyelimuti prosesnya.
Ketidakjelasan ini membuat Bey menegaskan bahwa pengumuman penerima bisa dibatalkan jika ditemukan ketidaktransparanan. Ia juga menyatakan bahwa penjelasan yang jelas harus diberikan kepada yang tidak lolos beasiswa, untuk menghindari kecurigaan.
Kepala Satpol PP Jawa Barat, Ade Afriandi, mengaku telah mendapat arahan untuk menelusuri administrasi dan teknis perekrutan JFLS 2024. Satpol PP akan berperan aktif dalam pengawasan pelaksanaan program ini.
Ade menyatakan siap melakukan penyelidikan lebih lanjut jika ditemukan pelanggaran. Dengan pengalaman sebagai Plh Kadisdik, ia memahami pentingnya transparansi dalam pengelolaan beasiswa ini.
Dari informasi yang beredar, ada indikasi kecurangan dalam program JFLS 2024. Dari 46.000 pendaftar, hanya 400 yang lolos, dan hasil seleksi tidak diumumkan secara resmi. Hal ini semakin memperkuat tuntutan akan transparansi yang lebih baik.